Real Madrid Terpuruk di Pramusim, Berikut Ini 5 Dosa Besar Zinedine Zidane

zinedine zidane

Jakarta – Real Madrid meraih rangkaian hasil buruk pada sesi laga pramusim. Meskipun hanya bagian dari persiapan menyongsong musim 2019-2020, tetap saja skor-skor jelek menjadi indikasi buruk bagi kinerja pelatih Zinedine Zidane bersama Los Blancos.

Awalnya, publik menganggap biasa saat Madrid kalah dari Bayern Munchen dengan skor 3-1 (21/7/2019). Lalu, masih tetapi biasa ketika bermain imbang 2-2 lawan Arsenal (24/7), kemudian menang adu penalti.

Tapi, penggemar Real Madrid mulai terhenyak ketika tim pujaan kalah dengan skor 3-7 dari Atletico Madrid (27/7). Sergio Ramos dan kolega bahkan sempat tertinggal lima gol tanpa balas di babak pertama laga ini.

Rangkaian hasil buruk itu, menurut jurnalis Marca, Pablo Diaz, menjadi indikasi bahwa ada yang salah dari Zinedine Zidane. Pablo Diaz pun merangkum lima daftar kesalahan Zinedine Zidane. Apa saja?

Menurut Pablo Diaz, tidak banyak perubahan yang dilakukan Zinedine Zidane dibanding periode pertama dia di klub. Hanya ada perubahan minor. Eden Hazard menggantikan Ronaldo dan Thibaut Courtois menggantikan Keylor Navas.

Zidane seolah tidak punya ide baru dengan tetap memakai skuad musim 2017/18, musim terakhirnya di Madrid.

Bukan hanya susunan pemain, Zidane juga dinilai memakai sistem bermain yang sama dengan musim 2017/18 lalu. Zidane tetap memakai formasi 4-3-3 yang andalannya, yang pernah mengantar Si Putih tiga kali juara Liga Champions.

Satu perubahan sempat dilakukan saat melawan Arsenal, Zidane memakai 4-4-2 dengan duet Luka Jovic dan Karim Benzema di lini depan. Tapi, formasi ini tidak berlangsung lama.

Dalam tiga laga yang sudah dijalani Real Madrid di pramusim, ada satu persamaan. Real Madrid selalu kebobolan lebih dulu. Saat melawan Atletico bahkan tertinggal lima gol lebih dulu.

Para pemain Madrid nampak tidak punya antusiasme yang cukup untuk bereaksi. Tidak ada efek kejut yang terjadi, kecuali saat lawan Arsenal.

Secara mengejutkan, Zidane, memberi keterangan kepada media bahwa klub ingin menjual Gareth Bale secepatnya. Tentu saja itu tidak salah, tapi tidak tepat waktunya. Madrid kini sedang membangun tim baru dan Bale bisa jadi duri dalam daging.

Takefuso Kubo dinilai bermain apik saat Madrid kalah 3-1 atas Bayern Munchen. Begitu juga dengan Rodrygo Goes. Akan tetapi, Zidane tidak berani bertaruh lebih besar pada kedua pemain muda untuk memberi menit bermain lebih banyak lagi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*