Ide Presiden Napoli soal VAR Bisa Bikin Wasit Dianggap Melakukan Kejahatan

Aurelio De Laurentiis

Jakarta – Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis berencana menggugat wasit dan FIGC jika tidak mau menggunakan VAR. Menurutnya, ofisial pertandingan yang enggan memanfaatkan VAR sama saja melakukan kejahatan.

De Laurentiis menginginkan adanya peraturan baru terkait VAR yang sepintas mirip dengan olahraga tenis. Ia bersikeras agar pelatih berhak mendesak wasit melakukan pengecekan bersama-sama.

“Mungkin sudah telat, tapi aturan baru ini seharusnya segera diterapkan,” kata De Laurentiis.

Lebih detail, sosok yang dikenal kontroversial itu mengatakan setidaknya pelatih bisa meminta melakukan pengecekan bersama wasit sebanyak dua kali, masing-masing satu tiap babak.

“Menurut saya, cukup dua kali tiap pertandingan, satu di babak pertama, satu di babak kedua. Pelatih berhak untuk meminta verifikasi pada kasus tertentu,” lanjutnya.

“Lalu, pelatih juga berhak untuk sama-sama melihat ke layar monitor, jadi bukan cuma wasit saja. Wasit juga harus menjelaskan kepada pelatih mengenai detail usai pengecekan VAR,” kata De Laurentiis melanjutkan.

Wasit Akan Dituntut Melakukan Kejatahan

Aurelio De Laurentiis tampaknya gusar usai Napoli ditumbangkan Lecce 2-3. Pada pertandingan tersebut, wasit menolak melakukan pengecekan VAR kala Arkadiusz Milik mendapatkan kartu kuning.

De Laurentiis mengatakan, apa yang dilakukan oleh wasit dengan menolak melakukan pengecekan VAR merupakan sebuah kejahatan. Napoli tak segan-segan menuntut wasit seperti itu jika terulang lagi.

“Saya selalu menganggap bahwa sistem yang sifatnya membantu mewujudkan fair play adalah kewajiban, bukan opsional. Jadi, jika ada wasit, yang entah itu tidak kompeten atau arogan, maka dia melakukan kejahatan,” ucap De Laurentiis.

“Napoli akan menuntut wasit? Kenapa tidak? Bicara soal bisnis, kerugian yang bisa disebabkan akibat dari rantai kesalahan wasit ini bukan angka kecil. Memangnya wasit mau membayar kerugian 200 juta euro yang telah kami keluarkan?” katanya lagi memungkasi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*