Gawat, Dokter Tim-tim Premier League Ragu Kompetisi Bisa Dilanjutkan

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes.

Jakarta – Beberapa dokter klub dari Premier League ragu kompetisi bisa dilanjutkan menyusul pandemi virus corona yang belum usai di belahan dunia.

Dua puluh dokter dari masing-masing klub Premier League menggelar diskusi mengenai Project Restart, label terkait rencana kelanjutan kompetisi.

Satu di antara isu yang mengemuka adalah soal asuransi. Dokter senior Premier League merasa akan sulit buat perusahaan asuransi terkait menkaver setiap klaim.

Oleh karena itu, operator Premier League diminta untuk menyertakan protokol kesehatan yang jelas, termasuk tes secara berkala dan asuransi pemain.

Padahal rencananya, Premier League akan kembali dilanjutkan paling cepat 8 Juni mendatang. Tapi, hal itu masih abu-abu karena sejumlah faktor, termasuk izin dari pemerintah Inggris.

Hasil diskusi dokter tim akan diteruskan kepada manajemen klub. Lalu, keputusan ada di tangan staf pelatih mengenai jadwal berkumpul dan latihan.

Akan tetapi, tiap klub harus memberikan laporan atau rekomendasi kepada pemerintah Inggris berlandaskan saran dari dokter tim. Jadi atau tidaknya Premier League dilanjutkan pada akhirnya menjadi keputusan pemerintah Inggris.

Protokol Kesehatan

Eamonn Salmon, ketua Asosiasi Medis dan Performa Sepak Bola Inggris (FMPA), mengatakan kepada BBC, ada banyak perbedaan pendapat dari para dokter dan fisioterapis klub Premier League.

“Ada yang merasa ini semua bisa teratasi, ada yang ragu, ada pula yang mengatakan melanjutkan Premier League adalah kemustahilan,” kata Salmon.

Terlepas dari hal itu, ada setidaknya tiga protokol kesehatan yang harus dilakukan oleh tiap klub Premier League.

  • Pemain harus mengenakan pakaian khusus dan masker saat latihan.
  • Pemain tidak boleh makan atau mandi berbarengan. Kalau klub menyediakan makanan, harus dibawa pulang (take away) oleh pemain atau tidak boleh dimakan bersama-sama.
  • Rapat tim dilakukan secara online.

Temuan 10 Positif Corona di Bundesliga

Kenyataan pahit harus diterima operator Bundesliga. Pada Senin (4/5/2020), sepuluh orang dari dua divisi, yakni Bundesliga 1 dan 2 dinyatakan positif terpapar virus corona COVID-19.

Operator Bundesliga (DFL) melakukan test terhadap 1.724 pemain dan staf jelang bergulirnya kembali kompetisi yang tertunda. Sepuluh orang, tiga di antaranya dari FC Koln, positif corona.

“Tes dilaksanakan sejak beberapa hari terakhir sebagai bagian dari protokol keamanan dan kesehatan. Ini dilakukan untuk melindungi para pemain dan orang-orang yang terlibat dengan tim mau pun pertandingan dari paparan virus corona,” bunyi pernyataan DFL.

Bundesliga rencananya akan kembali bergulir pada 16 Mei mendatang. Tiap pertandingan akan digelar tanpa penutup dengan sistem keamanan dan kesehatan maksimal.

Sejumlah klub sudah jauh hari melaksanakan sesi latihan dan persiapan. Bayern Munchen dan Wolfsburg menjadi dua tim Bundesliga pertama yang menggelar warming up session pasca diliburkan guna memperbaiki kebugaran.

Jika benar-benar terlaksana, maka Bundesliga bakal menjadi liga top Eropa pertama yang melanjutkan kompetisi di tengah pandemi corona. Sayang, beberapa pemain malah terapapar COVID-19.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*