5 Bukti Valentino Rossi Tak Pelit Memuji Marc Marquez

Marc Marquez dan Valentino Rossi

 Jakarta – Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, memiliki rivalitas tinggi dengan Marc Marquez dalam beberapa tahun terakhir. Perseturuan mereka bermula pada MotoGP Argentina 2015.

Saat itu, Valentino Rossi terlibat crash dengan Marquez dua lap menjelang finis. Motor mereka saling bersenggolan dan menyebabkan rider asal Spanyol itu jatuh dan gagal meneruskan balapan.

Perseturan kembali terjadi pada MotoGP Belanda 2015. Keduanya bersenggolan dan Rossi melebar keluar lintasan, memotong tikungan zig-zang (chicane) terakhir, dan finis lebih dulu. Marquez harus puas menjadi runner up. 

Perseturuan mereka memuncak pada balapan MotoGP Malaysia 2015. Mereka kembali bersenggolan dan Marquez terjatuh. Rossi kemudian mendapat hukuman dengan memulai perlombaan dari posisi buncit pada MotoGP Valencia 2015.

Setelah insiden yang melibatkan mereka pada musim 2015, hubungan keduanya menjadi renggang dan mengalami pasang surut. Mereka sempat berbaikan, tapi kembali bersitegang. 

Pada MotoGP 2019hubungan Rossi dan Marquez cukup harmonis. Apalagi, kedua pembalap jarang terlihat duel langsung di lintasan, karena Marquez tampil sangat dominan pada musim ini.

Valentino Rossi juga tak pelit lagi melayangkan pujian bagi Marc Marquez. Bola.com merangkum lima pujian Rossi untuk Baby Alien pada musim balap 2019. 

Valentino Rossi menyebut Marc Marquez memiliki peluang besar untuk menjuarai gelaran MotoGP 2019. Ia mengutarkan prediksi tersebut setelah MotoGP Argentina 2019.

“Gelas saya masih setengah penuh. Saya senang berada di peringkat ketiga klasemen, di belakang dua favorit juara. Saya harus memikirkan balapan demi balapan. Kami bekerja keras, tapi tantangannya masih sulit. Marquez dan Dovizioso masih jadi favorit,” kata Valentino Rossi, seperti dilansir GP One.

Valentino Rossi mengakui Yamaha menunjukkan kemajuan meski dirinya hanya finis di posisi keenam pada MotoGP Jerez, Spanyol, Minggu (5/5/2019). Namun, Rossi menyebut penghalang terbesar dalam pacuan juara dunia bukan terletak pada kemampuan motornya, tetapi pembalap bernama Marc Marquez.

Valentino Rossi memberikan pujian bagi Marc Marquez dengan cara unik dengan dibalut bumbu perselisihan. The Doctor menyebut Marquez sebagai biang masalah bagi semua pembalap di musim balap 2019.

Masalah semua pembalap adalah Marquez,” kata Rossi dilansir Tuttomotoriweb.

“Jika dia (Marquez) tidak jatuh di Austin, dia akan menang empat dari lima seri balapan saat ini,” tutur Rossi.

“Dia melaju dengan sangat keras (kuat), dia melesat dengan sangat cepat dan dia punya motor yang kuat.”

“Hal itu menyulitkan bagi semua lawannya karena dia lebih kuat dari siapapun di setiap trek dengan segala kondisi,” ujar Rossi.

Valentino Rossi mengakui Yamaha menunjukkan kemajuan meski dirinya hanya finis di posisi keenam pada MotoGP Jerez, Spanyol, Minggu (5/5/2019). Namun, Rossi menyebut penghalang terbesar dalam pacuan juara dunia bukan terletak pada kemampuan motornya, tetapi pembalap bernama Marc Marquez.

“Memang benar saya tak terlalu jauh (di peringkat), tapi masalah sebenarnya di pacuan juara dunia bernama Marquez. Jika tak terjatuh di Austin, keunggulannya pasti lebih besar. Dovizioso dan Rins juga sangat kuat,” kata Rossi, seperti dilansir GP One.

Valentino Rossi memberikan pujian bagi Marc Marquez dengan cara unik dengan dibalut bumbu perselisihan. The Doctor menyebut Marquez sebagai biang masalah bagi semua pembalap di musim balap 2019.

Masalah semua pembalap adalah Marquez,” kata Rossi dilansir Tuttomotoriweb.

“Jika dia (Marquez) tidak jatuh di Austin, dia akan menang empat dari lima seri balapan saat ini,” tutur Rossi.

“Dia melaju dengan sangat keras (kuat), dia melesat dengan sangat cepat dan dia punya motor yang kuat.”

“Hal itu menyulitkan bagi semua lawannya karena dia lebih kuat dari siapapun di setiap trek dengan segala kondisi,” ujar Rossi.

Valentino Rossi lagi-lagi memberi pujian untuk Marc Marquez. Baby Alien disebut The Doctor sebagai rider cepat dan cerdik. Rossi mengutarakan pujian tersebut setelah sesi kualifikasi MotoGP Catalunya 2019.

Marquez berhasil meraih posisi start kedua. Padahal, rider berusia 26 tahun itu tak mencatatkan waktu bagus di latihan bebas kedua dan ketiga MotoGP Catalunya.

“Marquez tak cuma cepat, tapi juga sangat-sangat pandai selama latihan karena dia selalu mempalajari rivalnya,” kata Rossi dilansir Crash.

“Semua diperhitungkan, dia tahu dengan benar siapa yang harus diikuti. Pada akhirnya Anda tak punya pilihan: antara mencatatkan lap lebih cepat darinya atau Anda (di belakangnya) dan tak mencatatkan lap,” imbuh Rossi. 

Valentino Rossi melayangkan pujian kepada Marc Marquez yang berhasil menjuarai GP Aragon 2019. Rossi juga memuji penampilan superior Marquez pada musim balap 2019.

“Sepertinya tahun ini Marquez dan Honda dalam momentum punya kekuatan luar biasa, mirip dengan musim 2014 ketika mereka memenangi 10 balapan beruntun,” kata Rossi, seperti dilansir Tuttomoriweb.

“Saya tak tahu apakah dia sudah mencapai batas, karena dia masih mudah dan bahkan masih bisa berkembang,” tutup Rossi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*