3 Kemungkinan Penyebab Valentino Rossi Gagal Finis di 3 Balapan Beruntun

Valentino Rossi

Assen – Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, mengatakan ada tiga kemungkinan penyebab Valentino Rossi mengalami nasib sial dalam tiga seri secara beruntun. Menurut dia, The Doctor harus segera mengambil tindakan jika ingin bangkit dan kembali ke jalur yang benar. 

Rossi menyudahi balapan MotoGP Belanda 2019, Minggu (30/6/2019), lebih awal, tepatnya pada lap ketiga, ketika bersenggolan dengan pembalap LCR Honda, Takaaki Nakagami. Dia lagi-lagi gagal meraup poin. 

Kegagalan itu benar-benar menjadi pil pahit bagi pembalap berusia 40 tahun itu. Rider Monster Energy Yamaha itu sebelumnya juga tak mampu merampungkan balapan di MotoGP Italia dan MotoGP Catalunya. 

Rentetan gagal finis dalam tiga seri beruntun menjadi salah satu catatan terburuk sepanjang karier Rossi di MotoGP. Terakhir kali dia mengalami rekor buruk serupa saat memperkuat Ducati pada 2011. 

Ironisnya, nasib Rossi bertolak belakang dengan tiga pembalap lain yang menggeber motor Yamaha. Rekan setimnya, Maverick Vinales, berhasil menjuarai MotoGP Belanda. Adapun dua pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli, masing-masing finis ketiga dan kelima.

Dia menjadi satu-satunya pembalap Yamaha yang terpuruk di Assen. Carlo Pernat pun mengomentari fenomena tersebut. 

“Minggu itu menunjukkan Yamaha menikmati hari yang gemilang karena tiga pembalapnya finis di posisi lima besar. Vinales, Morbidelli dan Quartararo jika umurnya ditotal menjadi 68 tahun. Saya sebut Quartararo fenomenal, dia naik podium padahal kondisinya tak 100 persen fit setelah menjalani operasi,” kata Pernat, seperti dilansir GP One, Selasa (2/8/2019). 

“Namun, itu juga hari yang gelap bagi Valentino Rossi dan ada tiga hipotesis di sini,” imbuh dia. 

Kesalahan Tim

Apa analisis Pernat atas keterpurukan Rossi yang tak biasa itu? 

“Kemungkinan yang pertama Vale sudah mendekati akhir kariernya, yang kedua masalah motor, dan ketika masalah di tim,” kata Pernat. 

“Namun, saya tak melihat Rossi sudah di akhir karier karena dia masih bisa naik podium. Saya juga tak menilai penyebabnya adalah Yamaha karena melihat performa tiga pembalap lainnya di Belanda,” imbuh dia. 

“Pada titik ini, masalahnya adalah tim dan Rossi harus berpikir keras dan memutuskan apa yang harus dilakukan. Itu akan menjadi keputusan yang sulit, tapi dia harus melakukannya, karena jika tidak dia tak akan kembali ke posisinya yang sebelumnya,” sambung Pernat. 

Rossi tak bisa berlama-lama untuk mengambil keputusan, supaya segera bisa bangkit. The Doctor sudah harus kembali ke lintasan pada 7 Juli pada MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*